Like Us on FacebookLike Us on Facebook

Follow Us on TwitterFollow Us on Twitter

 

Simulasi KIE

SIMULASI KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi ) 

Sabtu, 18 Januari 2014

 

Pelayanan kefarmasian pada saat ini telah bergeser orientasinya dari obat ke pasien yang mengacu kepada Pharmaceutical Care. Kegiatan pelayanan kefarmasian yang semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan yang komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dari pasien. Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) adalah suatu tanggung jawab profesi dari tenaga farmasi untuk mengoptimalkan terapi dengan cara mencegah dan memecahkan masalah terkait obat (Drug Related Problems) (Depkes RI, 2006).

Sebagai konsekuensi perubahan orientasi tersebut, apoteker/tenaga farmasi dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan perilaku agar dapat melaksanakan interaksi langsung dengan pasien. Salah satu interaksi antara apoteker dengan pasien melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) berkaitan dengan obat yang digunakan oleh pasien secara tatap muka untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien dalam penggunaan obat.

Tujuan dari KIE dalam pelayanan kefarmasian adalah meningkatkan hubungan kepercayaan antara apoteker/tenaga farmasi dengan pasien; menunjukkan perhatian serta kepedulian terhadap pasien; meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan; mencegah atau meminimalkan Drug Related Problems dan membimbing dan mendidik pasien dalam menggunakan obat sehingga dapat mencapai tujuan pengobatan dan meningkatkan mutu pengobatan pasien.

Untuk meningkatkan kemampuan KIE bagi mahasiswa Program D3 Farmasi Sekolah Tinggi Farmasi, maka pada hari Sabtu 18 Januari 2014 dilaksanakan kegiatan Simulasi KIE bertempat di Apotek Teaching Sekolah Tinggi Farmasi Bandung.  Kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi kompetensi calon Tenaga Teknis Kefarmasian dalam Pelayanan Kefarmasian.

Dalam kegiatan tersebut mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 sampai 6 orang. Kemudian setiapkelompok menerima satu lembar resep. Setiap kelompok melakukan skrining resep meliputi skrining administratif, skrining farmasetik dan skrining klinik, dilanjutkan dengan dispensing dan penyerahan obat disertai dengan Pelayanan Informasi Obat (PIO).

Prodi D3 Simulasi KIE

Go to top